Background Story
Abercrombie & Fitch (A&F, NYSE: ANF) dulu sempat dianggap sebagai “brand jadul” yang terkenal dengan sexualized marketing campaign dibawah kepemimpinan CEO Mike Jeffries. Iklannya selalu dikaitkan dengan model pria bertelanjang dada [Exhibit 1]. Selain itu, mereka dengan bangga bersikap eksklusif, menolak untuk membuat ukuran XL atau XXL selama bertahun-tahun. Abercrombie terlalu mengasingkan pelanggan. Alhasil, toko-toko mode cepat seperti H&M muncul untuk merebut hati pelanggan selama dan setelah resesi 2008.

A&F dengan cepat mencoba merubah citranya dari era Jeffries. Segera setelah ia pergi pada tahun 2014, merek tersebut menghentikan sexualized marketing campaign. Abercrombie kini menjadi salah satu saham retail dengan yang agresif dalam beberapa tahun terakhir, terlihat dari pergerakan sahamnya [Exhibit 2].

Exhibit 2. Saham Abercrombie & Fitch
Get to Know A&F Better!
Kisahnya berawal dari sebuah toko perlengkapan outdoor di New York City, didirikan oleh David T. Abercrombie, yang melayani olahragawan elit dan selebritas dengan nama Abercrombie Co. pada tahun 1892. Kemudian, pengacara Ezra Fitch membeli sebagian besar saham perusahaan dan menjadi salah satu pendirinya pada tahun 1906. Ketika ia secara resmi diangkat sebagai salah satu pendiri [Exhibit 3], toko tersebut berganti nama menjadi Abercrombie & Fitch.

Exhibit 3. Founder: David T. Abercrombie (kiri) & Ezra Fitch (kanan)
Abercrombie ingin terus menyediakan perlengkapan outdoor sementara Fitch lebih tertarik pada ritel umum, sehingga keduanya akhirnya berpisah. Abercrombie menjual saham perusahaannya pada tahun 1907, yang memungkinkan Fitch mencapai tujuannya untuk memperluas penawaran ritel umum toko tersebut.
A&F memulai katalog pesanan melalui pos dan membuka lokasi 12 lantai di Madison Avenue, New York City [Exhibit 4]. Toko serba ada ini memiliki lapangan tembak dan sekolah golf, selain perlengkapan olahraga dan pakaian. Pada tahun 1910, toko ini menjadi toko ritel pertama yang menjual pakaian pria dan wanita.

Exhibit 4. NYC’s Madison Avenue
Perusahaan ini mengalami berbagai pasang surut keuangan selama bertahun-tahun, mencatat rekor penjualan sebesar $6,3 juta pada tahun 1929, merosot pada tahun 1960-an, dan mengajukan kebangkrutan pada tahun 1977. Pada tahun 1990-an, seorang pria berambut pirang dan tampan dari California bernama Mike Jeffries menjadi CEO [Exhibit 5]. Ini merupakan titik balik penting bagi merek tersebut dalam perjalanannya menjadi ikon para remaja.

Exhibit 5. Michael Jeffries
Mantan CEO A&F, Michael Jeffries, dalam sebuah wawancara tahun 2006 pernah berkata:
“In every school there are the cool and popular kids, and then there are the not-so-cool kids. Candidly, we go after the cool kids. We go after the attractive all-American kid with a great attitude and a lot of friends. A lot of people don’t belong [in our clothes], and they can’t belong. Are we exclusionary? Absolutely.”
Ia menjelaskan strategi pemasaran eksklusif perusahaan yang menyasar anak muda yang keren, menarik, dan populer. Ia secara eksplisit menyatakan bahwa merek tersebut eksklusif dan banyak orang tidak cocok dengan merek tersebut. Namun pendekatan ini menjadi bumerang. Di tengah perubahan sosial, A&F dianggap diskriminatif dan tidak inklusif. Reputasi brand pun anjlok dan penjualan turun bertahun-tahun.
Setelah CEO kontroversial Mike Jeffries mundur, A&F membangun ulang segmentasinya di bawah kepemimpinan CEO Francis Horowitz [Exhibit 6]. Dia membawa pendekatan pemasaran yang menarik kelompok konsumen yang lebih beragam [Exhibit 7].

Exhibit 6. Francis Horowitz

Exhibit 7. A&F Today
Deep Diving into Financial Statements!
Sumber pendapatan A&F berasal dari penjualan pakaian, produk perawatan pribadi, dan aksesori dengan merek Abercrombie dan Hollister di mana memiliki segmentasi yang berbeda [Exhibit 8]:
- Abercrombie, fokus pada konsumen milenial yang berusia 23-40 tahun.
- Hollister, fokus pada konsumen remaja Gen Z yang berusia 13-21 tahun.

Exhibit 8. Merek A&F
Tiap merek memiliki sub-mereknya sendiri dengan rincian sebagai berikut:
- Abercrombie & Fitch: merek utama yang menawarkan pakaian kasual dan aksesori untuk pria dan wanita dewasa, dengan gaya yang trendi dan kualitas premium.
- Abercrombie Kids: menargetkan segmen anak-anak, menyediakan pakaian yang sama gayanya dengan merek induknya untuk anak-anak.
- Hollister: merek yang lebih santai, sering disebut HCo., menargetkan remaja dan dewasa muda dengan gaya pantai California yang santai.
- Gilly Hicks: merek yang fokus pada pakaian dalam (underwear), pakaian santai (loungewear), dan pakaian olahraga.
Ringkasan laporan laba rugi A&F:
| (USD billion) | 2020 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 9M2024 | 9M2025 |
| Revenue | 3.13 | 3.71 | 3.70 | 4.28 | 4.95 | 3.36 | 3.60 |
| %YoY | 18.53% | -0.27% | 15.68% | 15.65% | 7.14% | ||
| Gross Profit | 1.71 | 2.17 | 1.96 | 2.55 | 3.02 | 2.08 | 2.13 |
| %YoY | 26.90% | -9.68% | 30.10% | 18.43% | 2.25% | ||
| Operating Income | -0.19 | 0.34 | 0.09 | 0.48 | 0.73 | 0.48 | 0.47 |
| %YoY | 284.73% | -73.81% | 432.74% | 52.31% | -2.94% | ||
| Net Income | -0.11 | 0.26 | 0.00 | 0.33 | 0.57 | 0.38 | 0.33 |
| %YoY | 330.67% | -98.93% | 11535.46% | 72.56% | -11.66% |
Rasio Profitabilitas:
| Rasio | 2020 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 9M2024 | 9M2025 |
| GPM | 54.63% | 58.49% | 52.97% | 59.58% | 61.01% | 62.01% | 59.17% |
| OPM | -5.96% | 9.28% | 2.44% | 11.23% | 14.79% | 14.30% | 12.95% |
| NPM | -3.64% | 7.09% | 0.08% | 7.67% | 11.44% | 11.28% | 9.30% |
A&F selalu membukukan pertumbuhan double digit dari sisi top line sejak 2020 hingga 2024 (CAGR: 12.14%), kecuali 2022. Di sisi lain, laba bersihnya pun juga bertumbuh hingga 2024. Tetapi, tahun 2022 menjadi tahun yang buruk bagi A&F baik dari top line maupun bottom line.
Ada apa di 2022?
Pada tahun 2022, inflasi US sedang di puncak-puncaknya [Exhibit 9]. A&F menghadapi 2 kondisi yang sulit baik dari sisi supply dan demand di waktu yang berbeda. Ibarat “sudah jatuh tertimpa tangga”.

Exhibit 9. Inflasi US
[Supply side]. Sebagian besar bahan baku produk-produk A&F sudah pasti berasal dari kapas. Komoditas kapas mengalami volatilitas ekstrem, dimulai dengan melonjaknya harga di awal tahun 2022 yang didorong oleh pemulihan pandemi Covid-19 dan masalah rantai pasokan, mencapai titik tertinggi di atas $154.76/Lbs pada April 2022 [Exhibit 10]. Selain itu, biaya pengiriman yang juga melonjak terlihat dari containerized freight index [Exhibit 11].

Exhibit 10. Harga Kapas

Exhibit 11. Containerized Freight Index
Analisis ini masih panjang dan hanya bisa diakses di member page. Daftarkan segera dirimu sebagai member Supercuan Saham Luar untuk detail pembahasan lebih lanjut di sini.